01Apa itu pewarna kationik?
Pewarna basa larut air yang terurai menjadi kation berwarna dan mengikat secara ionik pada gugus asam, sulfonat dan karboksilat, di serat akrilik. Dragonacrylic mencantumkan 54 warna dari Fl. Yellow X-10GFF sampai Black O, tiap warna dengan nomor C.I. Basic bila tersedia.
02Pewarna kationik digunakan untuk apa?
Mewarnai serat, benang, dan rajutan akrilik: sweater, selimut, dan pakaian luar dalam warna cerah dan pekat. Poliester biasa butuh pewarna disperse; hanya poliester yang bisa dicelup kationik (grade yang dimodifikasi) yang menerima pewarna basa, jadi periksa dulu jenis seratnya sebelum memesan.
03Apa beda pewarna kationik dan pewarna anionik?
Pewarna kationik membawa warna pada kation dan mengikat gugus asam pada serat seperti akrilik. Pewarna anionik, seperti pewarna asam atau direct, membawa warna pada anion dan mengikat gugus basa pada serat seperti wol atau katun. Dragonacrylic mencakup sisi kationik; rangkaian Dragonacid dan Dragondirect dari Hongda mencakup sisi anionik.
04Mengapa pewarna kationik sulit merata?
Ikatan ionik ke gugus asam akrilik terbentuk cepat dan kuat, jadi pewarna habis terpakai sebelum sempat berpindah dan merata. Itulah yang diatur oleh nilai K dan nilai F: brosur mencantumkan keduanya per warna agar Anda bisa memadukan pewarna dengan laju penyerapan yang sesuai supaya hasilnya rata.
05Bagaimana cara kerja pewarna kationik?
Pewarna terurai dalam air menjadi anion tak berwarna dan kation berwarna. Kation tertarik ke gugus sulfonat dan karboksilat di serat akrilik dan membentuk ikatan ionik kuat di sana, kebalikan dari cara pewarna asam mengikat wol. Ikatan kuat itu memberi pewarna kationik ketahanan cucinya, sekaligus kecenderungan mewarnai tidak rata tanpa nilai K dan nilai F yang sesuai.